*Perhatian: Sebagian Foto Mungkin Mengganggu
Oleh: Moh Niaz Sharief | PFI Makassar
Toraja salah satu Kabupaten yang berada di Sulawesi Selatan, Indonesia. Berjarak sekitar 319 Kilometer dari Kota Makassar. Toraja adalah salah satu Daerah yang terkenal kaya akan budaya dan adatnya. Tidak hanya itu, Toraja juga mempunyai Patung Yesus tertinggi di dunia bahkan mengalahkan Patung Yesus di Brazil, hal itu menjadi bukti penghargaan dari warga Toraja yang mayoritas memeluk agama Nasrani.
Daerah ini masih sangat asri, tak sedikit kita akan menjumpai persawahan luas yang hijau dan pepohonan yang rindang di setiap daerah yang akan kita lewati. Pepohonan bambu yang menjulang tinggi hingga gunung yang masih terlihat hijau selalu menjadi landskap kita saat berada di sana. Sejumlah hewan ternak seperti kerbau akan selalu kita jumpai di areal persawahan. Tahun ini disetiap bulan Agustus akan ada beberapa prosesi adat yang juga selalu menjadi agenda penting untuk di kunjungi saat ingin ke Toraja.
Mane’ne salah satu ritual adat suku Toraja yang sering di lakukan setiap Satu sampai Tiga Tahun sekali. Prosesi manene adalah prosesi pembersihan mayat keluarga yang telah meninggal. Namun prosesi ini bisa akan di lakukan jika telah ada persetujuan bersama dalam sebuah musyawarah di sebuah Desa yang akan melakukan prosesi tersebut.
Prosesi ini tujuanya menurut suku Toraja adalah sebagai salah satu bentuk kasih sayang kepada keluarga mereka yang telah meninggal, dan menjadi salah satu momentum silaturahim keluarga besar yang berada di perantauan, sekaligus mempererat ikatan dengan kampung halamanya.
“Manene itu bentuk rasa syukur kami kepada keluarga yang memberikan kekuatan serta doa saat melakukan aktifitas di Toraja maupun di perantauan,” kata Markus Sambo, selaku orang yang dituakan untuk menggelar prosesi tersebut. “Makanya ketika tahu ada acara manene, hampir semua keluarga yang berada di luar Toraja pulang dari perantauan.”
Prosesi manene kali ini dilaksanakan dibeberapa desa yakni Antara lain di Lembang Benteng Kado, Kecamatan Kapala Pitu dan Lembang Pangala’, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara. Prosesi Manene sendiri sebenarnya tidak memakan waktu lama sebelumnya pihak keluarga akan membersihkan Patene atau liang kubur tempat mayat berada. Setelah itu mayat akan dikeluarkan dan dibersihkan, tegantung kondisi mayatnya jika mayatnya masih utuh biasanya keluarga akan menggantikan baju dengan yang baru setelah sebelumnya dijemur di bawah terik matahari, tetapi jika kondisi peti dan mayatnya sudah tidak utuh pihak keluarga hanya membersihkan dan membungkusnya dengan kain yang baru. Lalu kemudian di masukan kedalam Patene kembali. Setelah itu seluruh keluarga melanjutkan dengan makan bersama di sekitar area Patene.





Discussion about this post