
Jakarta – Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 resmi menghadirkan jajaran juri yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang fotojurnalistik, media, komunikasi publik, dan seni visual. Kehadiran para juri ini diharapkan mampu menjaga kualitas, kredibilitas, serta standar tinggi dalam proses penilaian karya-karya foto jurnalistik terbaik Indonesia.
Tahun ini, APFI mempercayakan proses kurasi dan penilaian kepada lima figur profesional lintas disiplin, yaitu Arie Basuki, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, Mast Irham, Uni Lubis, dan Oscar Motuloh.
Arie Basuki dikenal sebagai fotografer senior yang telah lama berkiprah di dunia fotojurnalistik. Ia merupakan bagian dari merdeka.com sejak awal berdirinya dan telah meraih berbagai penghargaan nasional maupun internasional. Salah satu pencapaiannya adalah penghargaan World Press Photo 2024 untuk kategori honorable mention wilayah Asia Tenggara dan Oseania melalui karya bertema lingkungan. Konsistensinya dalam mengangkat isu sosial dan lingkungan menjadi nilai penting dalam perspektif penilaiannya.
Sementara itu, Dr. Rosarita Niken Widiastuti merupakan tokoh berpengalaman di bidang penyiaran dan komunikasi publik. Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Pers periode 2025–2028. Dengan latar belakang panjang sebagai birokrat dan praktisi komunikasi, Niken membawa perspektif strategis terkait etika media, literasi digital, serta peran jurnalisme dalam menjaga kualitas informasi publik.
Mast Irham, yang kini menjabat sebagai Chief Photographer Indonesia di European Pressphoto Agency (EPA), turut memperkuat komposisi juri dengan pengalaman internasionalnya. Lebih dari 15 tahun berkarier, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dunia, mulai dari bencana alam hingga ajang olahraga global. Pengalamannya dalam standar foto jurnalistik global menjadi aset penting dalam proses penilaian.
Di sisi lain, Uni Lubis hadir sebagai figur senior di dunia jurnalistik Indonesia. Saat ini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi IDN Times, ia memiliki pengalaman panjang memimpin berbagai media nasional. Selain itu, ia juga dikenal aktif memperjuangkan kesetaraan gender dalam dunia jurnalistik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia media, khususnya bagi jurnalis perempuan.
Melengkapi jajaran ini, Oscar Motuloh menjadi sosok yang membawa perspektif historis dan artistik dalam dunia fotografi Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, ia telah berperan sebagai pewarta foto, mentor, kurator, hingga penggerak ekosistem fotografi jurnalistik. Dedikasinya diakui melalui penghargaan Empu Ageng dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan arsip fotografi menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah fotojurnalistik Indonesia.
Ketua Panitia APFI 2026 Arief Hermawan, menyampaikan bahwa komposisi juri tahun ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara perspektif praktis, akademis, editorial, serta artistik. “Kami ingin memastikan bahwa setiap karya dinilai tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari dampak, narasi, etika, dan relevansi sosialnya,” ujarnya.
Anugerah Pewarta Foto Indonesia merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada karya-karya terbaik insan foto jurnalistik Tanah Air. Dengan hadirnya para juri berpengalaman ini, APFI 2026 diharapkan mampu terus mendorong kualitas, integritas, dan keberanian dalam praktik fotojurnalistik Indonesia.




