
Panitia Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 secara resmi telah merampungkan proses verifikasi administrasi terhadap seluruh karya yang didaftarkan. Tahapan ini merupakan fase krusial untuk memastikan kepatuhan peserta sebelum karya-karya jurnalistik visual tersebut diserahkan kepada Tim Juri APFI 2026.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh pewarta foto dari seluruh Indonesia sangat luar biasa. Berdasarkan rekapitulasi akhir, tercatat ada 2.322 karya foto yang masuk ke meja panitia, yang terbagi ke dalam 13 kategori perlombaan.
Ketegasan Verifikasi demi Integritas
Proses verifikasi dilakukan secara teliti dan ketat untuk menjaga kualitas dan sportivitas APFI 2026. Setelah melalui pemeriksaan mendalam, panitia menetapkan bahwa sebanyak 1.831 karya foto dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Karya-karya terpilih ini akan masuk ke tahap penjurian.
Terdapat sejumlah karya foto yang terpaksa dianulir dan tidak diloloskan. Sebagian besar karya yang gugur disebabkan oleh kurang ketelitian peserta dalam memahami dan mematuhi Syarat dan Ketentuan (S&K) APFI 2026.
Berdasarkan catatan panitia, berikut adalah beberapa temuan utama yang menjadi penyebab tidak lolosnya karya peserta:
- Kesalahan Rentang Waktu: Pengambilan gambar tidak sesuai dengan batas waktu (period of capture) yang telah ditetapkan panitia.
- Ketidaksesuaian Metadata: Terdapat anomali, modifikasi, atau hilangnya data EXIF/metadata asli pada file digital yang dikirimkan.
- Tidak Ada Caption dan Deskripsi: Masih banyak peserta yang tidak menyertakan teks narasi untuk kategori foto cerita/essay dan caption untuk kategori foto tunggal, padahal elemen ini sangat krusial.
- Status Keanggotaan PFI Tidak Valid: Ditemukan peserta yang mendaftar namun tidak memiliki kartu anggota PFI terbaru. Sesuai aturan, panitia terpaksa mengeliminasi seluruh karya yang dikirimkan oleh peserta tersebut.
- Penamaan File Tidak Sesuai Ketentuan: Panitia masih menemukan penamaan file karya foto yang tidak sesuai ketentuan.
- Foto Essai Tidak Sesuai: Masih ada beberapa peserta yang tidak memahami syarat dan ketentuan, terutama syarat dan ketentuan APFI 2026 pada poin 10. Selengkapnya dapat cek di tautan berikut https://apfi.pewartafotoindonesia.or.id/
Menanggapi hasil evaluasi ini, Ketua Pelaksana APFI 2026, Arief Hermawan, menekankan pentingnya ketaatan pada prosedur. “Kami berharap agar hasil evaluasi ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pewarta foto. Dalam fotojurnalistik, kedisiplinan administratif, keaslian metadata, dan keakuratan narasi (teks) sama pentingnya dengan kekuatan visual sebuah foto,” ujar Arief.
Lebih lanjut, Arief juga menyoroti masalah penulisan keterangan foto yang masih sering diabaikan. “Tahun ini kita masih memberikan toleransi pada karya foto yang penulisan caption-nya hanya satu kalimat. Ke depan, kita akan lebih tegas dalam menyeleksi karya-karya foto yang tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan,” tambahnya.
Panitia mengucapkan selamat kepada para peserta yang karyanya berhasil melaju ke tahap penjurian. Mari kita nantikan bersama siapa yang akan membawa pulang penghargaan tertinggi di malam puncak penganugerahan APFI 2026 mendatang.
Untuk pembaruan informasi terkini seputar proses penjurian, pantau terus laman resmi kami di website resmi Pewarta Foto Indonesia https://pewartafotoindonesia.or.id/ atau kunjungi akun Instagram resmi di @pewartafotoindonesia.




