
BOGOR – Suasana meriah dan khidmat menyelimuti Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor saat panitia Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 memberikan penghormatan tertinggi kepada sosok yang telah mengukir sejarah dalam dunia fotojurnalistik internasional. Enny Nuraheni, jurnalis foto senior yang dikenal karena integritas dan keberaniannya, dianugerahi Lifetime Achievement Award sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian seumur hidupnya bagi profesi ini.
Enny Nuraheni bukan sekadar nama besar; ia adalah pionir perempuan Indonesia di kancah pewarta foto internasional. Namanya tercatat abadi dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Chief Photographer di Kantor Berita Internasional Reuters untuk biro Indonesia. Mendedikasikan hidupnya sejak tahun 1986, karier Enny membentang lebih dari tiga dekade—di mana 27 tahun di antaranya ia habiskan di Reuters—dengan standar profesionalisme yang tanpa kompromi di lapangan.
Saksi Mata Sejarah Bangsa
Selama puluhan tahun, lensa Enny telah meliput berbagai peristiwa bersejarah yang krusial bagi bangsa Indonesia, mulai dari transisi politik besar, konflik di berbagai daerah, hingga bencana alam skala nasional. Salah satu momen paling berisiko dalam kariernya adalah saat ia berada di tengah hujan peluru ketika meliput konflik di Timor Timur, sebuah bukti ketangguhan “Srikandi” pewarta foto Indonesia di medan perang. Di bawah kepemimpinannya, tim foto Reuters Indonesia kerap menghasilkan karya-karya visual yang menjadi rujukan dunia dalam memahami dinamika di Indonesia.
Warisan Ilmu dan Integritas
Selain kegigihannya di lapangan, ibu dari dua anak ini dikenal aktif membagikan ilmu sebagai pembicara workshop dan pengajar fotografi bagi generasi penerus. Reputasinya yang diakui dunia membuatnya kerap dipercaya menjadi juri di berbagai ajang penghargaan jurnalistik kelas wahid, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Anugerah Adinegoro, APFI, hingga UN World Environment Photo Contest di Jepang pada tahun 2004.
Penghargaan ini menjadi pengingat akan standar tinggi yang ia tetapkan bagi profesi ini. “Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas dedikasinya sebagai pewarta foto senior yang berintegritas dan gigih menyebarluaskan semangat fotojurnalistik semasa hidupnya,” ujar Ketua PFI Pusat, Dwi Pambudo.



