Mereka Pelestari Ikan Cupang dari Karang Tengah

Mereka Pelestari Ikan Cupang dari Karang Tengah

Oleh: Putra M Akbar / PFI Bogor


Tren ikan cupang memang tidak ada matinya. Ikan dengan nama latin Betta sp. itu merupakan salah satu ikan hias favorit di berbagai kalangan masyarakat terutama pada masa pandemi Covid-19 ini. Di daerah Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, terdapat satu kampung yang terkenal di kalangan pecinta ikan cupang dengan sebutan Kampung Cupang.

Bukan tanpa alasan mereka menyebutnya dengan istilah Kampung Cupang, karena 80 persen warganya merupakan petani dan penjual ikan cupang yang pasarnya sudah mencakup Jabodetabek, luar jawa bahkan hingga Asia. Menurut salah satu warga yang berbisnis ikan cupang, Hasanudin, banyak petani dan pedagang ikan cupang di kampung ini yang ilmunya memang sudah diturunkan oleh nenek moyangnya terdahulu. “Ada yang bertahan hingga sekarang, ada yang ketika diturunkan ke anaknya malah selesai dan ada juga yang memilih vakum dahulu tapi sekarang mulai bermain lagi,” ujar Hasanudin.

Bisnis cupang di kampung tersebut kini kian merambah ke segala kalangan mulai dari orang tua, ibu-ibu, pemuda hingga pelajar. “Pada awalnya sih tidak terlalu tertarik, tapi setelah diajarin sama ahlinya mulai mencoba sedikit demi sedikit hingga merasakan keuntungannya, akhirnya saya coba untuk menekuninya,” ujar Egi yang baru empat bulan merintis bisnis ikan cupang.

Di tengah pandemi covid-19 ini ikan cupang memang menjadi primadona bagi masyarakat. Hal tersebut juga berdampak besar bagi pebisnis ikan cupang di daerah Karang Tengah. Peningkatan permintaan ikan cupang di kalangan pebisnis ikan cupang di karang tengah bisa mencapai 500 persen.

Perputaran bisnis ikan cupang yang begitu pesat di masa pandemi ini juga memberikan sejumlah kendala bagi pebisnisnya. Daerah Karang Tengah yang merupakan sentral pemasok bibit ikan cupang di wilayah Jabodetabek juga sempat merasakan bibit ikan cupangnya hingga habis terjual. “Malah pernah sampai ada yang nanyain salah satu jenis ikan tapi saya bilang sudah habis stoknya padahal masih ada. Kalau semuanya saya jual besok-besok saya jualan apaan?,” Ujar Ade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *