
Pewarta Foto Indonesia dengan dukungan penuh dari ASTRA menggelar diskusi foto jurnalistik dan portfolio review di kota Banda Aceh, Sabtu (19/8/23).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekjen PFI Nasional Hendra Eka, Head of Media Relations Astra
Regina Panontongan, Ketua PFI Aceh Bedu Saini, narasumber diskusi Adek Berry dan Mast Irham, serta puluhan peserta yang turut memeriahkan acara.
Dalam paparannya pada diskusi foto jurnalistik, Adek Berry dan Mast Irham sepakat untuk menjadikan teknologi fotografi di era digital sebagai faktor kunci yang bisa mempermudah kerja jurnalistik dengan tetap memegah teguh prinsip-prinsip kejujuran, etika, dan tanggung jawab untuk menghasilkan good quality journalism. “Be a journalist, and then photographer,” ucap @mastirham.
Selain itu, para pembicara juga menyoroti lahirnya revolusi teknologi fotografi yang begitu cepat. Jangan sampai seorang pewarta foto tidak memahami peralatan yang digunakannya saat liputan. “Kita harus tahu fungsi alat-alat yang kita bawa. Kamera, lensa, dan aksesorinya wajib untuk kita pelajari betul,” papar @berryadek
Pada sesi portfolio review, sejumlah pewarta foto turut mempresentasikan karyanya serta melakukan editing dan sequencing. Pewarta foto harian Serambi, Hendri, menjelaskan proyek foto esainya yang memotret suasana pandemi di Aceh. Sedangkan pewarta foto Fachrul Reza dengan telaten mencetak seluruh fotonya untuk dilakukan penyusunan cerita serta editing.
Pewarta Foto Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada ASTRA @satu_indonesia yang telah memberikan dukungan penuh untuk perkembangan foto jurnalistik tanah air. Serta terima kasih untuk narasumber, pengurus serta anggota PFI Aceh, panitia yang bertugas, dan semua partisipan yang telah hadir.
Selanjutnya ASTRA dan PFI Nasional akan mengunjungi kota Makassar pada 23 September 2023 bersama narasumber Oscar Motuloh dan Danu Kusworo.
Segera daftarkan diri kamu di bit.ly/DiskusiPFI dan jangan lupa submit foto terbaikmu di Lomba Foto Astra 2023.










Discussion about this post