
BOGOR – Pewarta Foto Indonesia atau PFI Bogor menggelar pameran foto 1 Dekade PFI Bogor di Alun-alun Kota Bogor.
Pameran ini dibuka pada Senin, 22 September 2025 dan akan berlangsung hingga satu minggu ke depan.
Ada lebih dari 200 foto yang ditampilkan dalam pameran ini, terdiri dari foto tunggal dan foto cerita yang terekam sepanjang 2015 hingga 2025.
Pameran Foto 1 Dekade PFI Bogor menjadi refleksi perjalanan kota dan Kabupaten Bogor yang dibidik oleh para jurnalis foto yang tergabung dalam PFI Bogor.
“Pameran ini bukan hanya sebagai perayaan usia 10 tahun organisasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menunjukkan peran dan kontribusi pewarta foto dalam merekam perjalanan kehidupan masyarakat, peristiwa, dan dinamika yang terjadi di kota dan kabupaten Bogor,” kata Ketua Pelaksana Pameran, M Reza Malik.
Reza menjelaskan, Pameran 1 Dekade PFI Bogor tidak lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, mitra kerja, rekan-rekan media, sponsor, maupun seluruh anggota PFI Bogor yang telah memberikan dedikasi, tenaga, dan waktu terbaiknya.
“Kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan ini masih terdapat kekurangan. Namun demikian, kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi semua pihak. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung, serta kepada para pengunjung yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini,” sambungnya.
- PFI PUSAT KECAM PENAHANAN WARTAWAN FOTO REPUBLIKA OLEH MILITER ISRAEL
- Catatan Akhir APFI 2026: Kerja Keras Dibalik Layar dan Solidaritas Tanpa Batas di Bogor
- Sukses Digelar di Bogor, PFI Sampaikan Apresiasi Tertinggi untuk Mitra dan Sponsor APFI 2026
- APFI 2026: PFI Pusat Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Air Bersih di Aceh
- Fauza Syahputra Raih Gelar Bergengsi Photo of the Year APFI 2026
Ketua PFI Bogor Andi M Ridwan mengatakan, bagi organisasi, satu dekade berarti periode 10 tahun yang menjadi tonggak waktu penting untuk mengevaluasi pencapaian, memperkuat eksistensi, dan merencanakan strategi ke depan untuk keberlanjutan dan sinergi dengan lingkungan sekitar.
Selama satu dekade, PFI Bogor membuktikan keberadaannya, membangun kemitraan, kekompakan internal, menunjukkan kepedulian sosial, dan mengembangkan kapasitasnya untuk terus memberikan manfaat bagi anggotanya dan masyarakat luas.
“Singkatnya, satu dekade bagi organisasi adalah waktu untuk merayakan perjalanan, mengukuhkan keberadaan, dan merancang langkah-langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik,” harap Andi.
Dalam pameran foto satu dekade PFI Bogor, PFI mengajak semua pihak untuk melihat kilas balik tentang Bogor dari masa ke masa, tentang bagaimana kota tumbuu hingga saat ini.
“Kami percaya foto bisa lebih lama hidupnya dari pada kita. Panjang umur untuk para PFI Bogor, karya abadi sepanjang masa untuk kebermanfaatan,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin berpendapat pameran foto PFI Bogor mengingatkan kembali banyak hal yang luput dari pantauan pemerintah.
“Mengingat beberapa peristiwa yang luput dari perhatian pejabat,” katanya.
Ia mengatakan foto-foto yang dipamerkan juga berhasil mengetuk perhatian Pemerintah Kota Bogor terhadap kondisi masyarakat.
Salah satu yang menggerakkan Jenal yakni foto kondisi sebuah sekolah di Kota Bogor, dimana guru dan muridnya sama-sama penyandang disabilitas.
“Tadi saya lihat ada siswa berangkat sekolah melalui sungai, ada yang solat Idul Fitri di penggir sungai. Beberapa guru disabilitas dan murid disabilitas, kami pemerintah merasa terketuk,” kata Jenal Mutaqin.
Sementara Iman Santosa, Direktur Penerbitan dan Fotografi Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut bahwa pameran foto yang digelar PFI Bogor sejalan dengan program Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Sesuai dengan program kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Bahkan dari kami portofolio penerbitan fotografi ini adalah event yang mewakili sub sektor tersebut yaitu fotografi bagaimana foto itu diberi narasi yang baik dan mewakili di gambar tersebut,” kata Iman.
Sedangkan narasi atau caption kata Iman, menjadi warna tersendiri bagi foto yang ditampilkan.
“Story tellingnya bagaiaman tulisan itu bisa mewarnai foto yang ada,” katanya.
Maka dari itu, Iman Santosa mengatakan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif selalu mendukung acara yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI).
“Dukungan dari pemerintah tidak hanya di Bogor, kami juga bulan lalu ada pameran foto di PFI Jakarta dan juga hal yang dilakukan Pewarta Foto Indonesia Kementerian Ekonomi Kreatif selalu beri dukungan. Inilah fungsi kami sebagai pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang lebih baik,” kata Iman Santosa.*






Discussion about this post