SIANG – MALAM KOTA SUCI

Oleh:Susanto | Media Indonesia | PFI Jakarta

Embusan udara panas menyeruak, kering dan terkadang berdebu. Langit cerah tanpa awan menemani kaki kemanapun melangkah.

Begitulah suasana siang hari di jazirah Arab, termasuk di kota suci Madinah dan Mekkah. Dengan temperatur mencapai mencapai 46 derajat celcius, khususnya di Madinah, tidak mengherankan suasana luar ruang minim aktivitas.

Toko-toko dan taman bermain sama lengangnya. Di jalan raya, kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi dengan cat-cat yang cenderung kusam karena tergerus oleh terik matahari.

Tidak hanya jemaah haji yang memilih memaksimalkan di dalam masjid maupun penginapan untuk beribadah, tetapi juga penduduk lokal. Mereka memilih beraktivitas di dalam rumah dengan pendingin udara yang bisa mengusir hawa panas.

Kehidupan luar ruang baru bergeliat setelah matahari terbenam. Bazzar dan kawasan perdagangan mulai ramai, begitu pula taman bermain yang kini ceria dengan celotehan anak-anak.

Di sisi lain, teriknya Mekkah dan Madinah bukan pula hal yang patut dikeluhkan. Bagaimanapun aura kesucian dua kota itu terus mengalirkan kedamaian dan syukur di hati. Tinggal cara manusia beradaptasi sehingga kekhusyukan ibadah dan kesehatan bisa terus terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.