Perkuat Perlindungan Profesi, PFI Luncurkan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Jurnalis

Cover Buku Saku PFI 2025 berjudul Petunjuk Operasional Penanganan Kasus Ancaman, Serangan, dan Kekerasan Pada Pewarta Foto dengan latar belakang ilustrasi kerumunan fotografer.
PEDOMAN PERLINDUNGAN – Tampilan sampul “Buku Saku Petunjuk Operasional Penanganan Kasus Ancaman, Serangan, dan Kekerasan Pada Pewarta Foto” yang diluncurkan secara resmi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI). Buku setebal 95 halaman ini diterbitkan pada tahun 2025 sebagai panduan advokasi dan mitigasi risiko bagi jurnalis visual di lapangan.

JAKARTA – Risiko kekerasan dan intimidasi masih menjadi bayang-bayang nyata bagi jurnalis visual di lapangan. Melanjutkan tradisi literasi dan advokasi dari kongres sebelumnya, Pengurus Pusat Pewarta Foto Indonesia (PFI) secara resmi meluncurkan buku saku berjudul “Petunjuk Operasional Penanganan Kasus Ancaman, Serangan, dan Kekerasan Pada Pewarta Foto”.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu agenda penting dalam perhelatan Kongres VIII PFI yang berlangsung di Menteng, Jakarta Pusat, pada 22 November 2025 lalu.

Panduan Konkret Setebal 95 Halaman

Buku setebal 95 halaman ini disusun bukan sekadar sebagai bacaan teoretis, melainkan sebagai panduan taktis bagi pewarta foto. Di dalamnya, termuat langkah-langkah konkret (SOP) mengenai apa yang harus dilakukan saat menghadapi sengketa pers atau ancaman fisik.

Nilai tambah buku ini terletak pada pendekatan humanisnya. Selain panduan hukum, buku ini juga memuat testimoni dan kesaksian nyata dari sejumlah pewarta foto yang pernah terlibat masalah hukum. Kisah-kisah ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga agar rekan seprofesi lainnya dapat memitigasi risiko serupa di kemudian hari.

Apresiasi Dewan Pers

Peluncuran buku ini mendapat sambutan hangat dari Anggota Dewan Pers, Maha Eka Swasta, yang hadir di lokasi kongres. Ia menilai inisiatif PFI ini sebagai langkah proaktif dalam melindungi anggotanya. “Luar biasa, semoga buku ini bisa menjadi acuan bagi pewarta foto dan pengurus PFI Kota dalam pendampingan advokasi anggotanya,” ujar Maha Eka.

Akses Gratis untuk Pewarta Foto

Sebagai bentuk pengabdian organisasi, buku saku ini tidak diperjualbelikan. Pada saat peluncuran, buku cetak telah didistribusikan langsung kepada seluruh perwakilan PFI Kota dan tamu undangan Kongres VIII.

Bagi pewarta foto dan masyarakat umum yang belum mendapatkan versi cetaknya, PFI berkomitmen membuka akses seluas-luasnya. Versi digital (e-book) buku ini akan segera tersedia dan dapat dibaca secara daring melalui laman resmi organisasi di www.pewartafotoindonesia.or.id.

Identitas Buku

Berikut adalah tim di balik penyusunan buku panduan penting ini:

  • Judul: Petunjuk Operasional Penanganan Kasus Ancaman, Serangan, dan Kekerasan Pada Pewarta Foto
  • Penyusun: Helmi Fithriansyah, Hendra Eka, Resa Esnir, Tedy Oktariawan
  • Editor: Hendra Eka
  • Penata Letak & Sampul: Nadia Iga
  • Foto Sampul: Hilman Fathurrahman Wicaksana
  • Penerbit: Pewarta Foto Indonesia
  • Spesifikasi: Lebar 13 cm x Tinggi 21 cm
  • Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2025

Mari bersama ciptakan iklim kemerdekaan pers yang aman dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *